Sempat Tersendat Sengketa Tanah, Rehabilitasi Jembatan Batu Gajah Kini Dikebut PUPR Ambon

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 13:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rehabilitasi Jembatan Lingkungan RT01/RW03 Kelurahan Batu Gajah, (Foto:MM-PatroliNews)

Rehabilitasi Jembatan Lingkungan RT01/RW03 Kelurahan Batu Gajah, (Foto:MM-PatroliNews)

PatroliNews.id, Ambon – Pekerjaan rehabilitasi Jembatan Lingkungan di RT 01/RW 03 Kelurahan Batu Gajah, Kota Ambon, kembali dipacu setelah sempat terhambat akibat sengketa tanah dan penyesuaian teknis struktur. Jembatan yang menjadi akses utama warga Batu Gajah itu kini dikebut untuk mengejar target penyelesaian sebelum masuk musim penghujan.

Muhammad Saleh Far-Far, PPK Pada Proyek Rehab Jembatan Batu Gajah, Dinas PUPR Kota Ambon (Foto: MM-PATROLINEWS)

Saat ditemui Jurnalis Patroli News pada Jumat 14/11/2025 di ruang kerjanya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Rehabilitasi Jembatan, Muhammad Saleh Far-Far, menjelaskan bahwa hambatan paling serius yang dialami sejak awal adalah munculnya klaim lahan dari Keluarga Alfons, serta seorang ibu yang mengaku sebagai ahli waris. Klaim tersebut membuat pekerjaan di lokasi harus dihentikan sementara.

“Kebetulan kemarin itu katong ada beberapa masalah di lapangan. Yang pertama masalah tanah. Ada yang klaim dari Keluarga Alfons, juga ada satu ibu yang mengaku ahli waris dan melarang pekerjaan di situ,” ujar Far-Far.

Namun, menurutnya, persoalan tanah tersebut akhirnya menemukan titik terang setelah salah satu perwakilan Keluarga Alfons mengeluarkan surat resmi dari pengadilan yang menyatakan mereka mendukung penuh program pemerintah.

“Dari Keluarga Alfons juga, sudah kasih surat dari pengadilan, yang menyatakan bahwa Antua (beliau) mendukung program pemerintah. Jadi itu sangat membantu kita selesaikan masalah yang berlarut-larut ini,” tambahnya.

Selain persoalan lahan, tim PUPR Kota Ambon juga sempat meminta pihak perencana untuk melakukan penghitungan ulang keamanan struktur jembatan. Langkah ini diambil agar pengerjaan selanjutnya dapat dilakukan secara aman, terutama sebelum pengecoran dilakukan.

“Katong cuma minta perencana hitung ulang keamanan struktur. Itu jembatan kan tidak ada beban berat, tapi tetap harus pastikan bahwa struktur aman sebelum pengecoran. Hasil perhitungan mungkin keluar besok atau paling lambat Senin,” jelas Far-Far.

Dengan mayoritas hambatan sudah terselesaikan, pihaknya memastikan pekerjaan akan kembali berjalan cepat. Progres fisik jembatan kini sudah mencapai sekitar 40 persen, dan tinggal melanjutkan pemasangan bekesting, gelagar, plat, serta relly sebelum proses pengecoran.

“Targetnya sebelum Desember. Ini tinggal pasang bekesting lalu pengecoran. Kami kejar supaya jangan sampai musim hujan datang. Karena pekerjaan sudah mau masuk tahap akhir,” katanya.

Far-Far menegaskan bahwa percepatan proyek ini sangat penting karena warga Batu Gajah saat ini terpaksa harus memutar jauh untuk melintasi kawasan tersebut.

“Ini menyangkut pelayanan masyarakat. Masyarakat Batu Gajah sekarang harus jalan putar untuk naik ke kampung atas. Jadi jembatan ini harus cepat selesai supaya mobilitas warga kembali lancar,” tutupnya.

Dinas PUPR Kota Ambon berharap pekerjaan berjalan tanpa hambatan lagi sehingga jembatan dapat segera berfungsi dan menjadi akses vital bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Lestarikan Warisan Leluhur, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Ambon Gelar Bimtek Penyelamatan Naskah Kuno

Berita Terkait

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik
Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya
Pemkot Ambon Siapkan Talud Rp300 Juta Tangani Longsor BTN Lateri Dua
Lisa Wattimena Pantau Posyandu di Ambon, Fokus Tekan Stunting dan Perkuat Layanan Ibu Anak
Bodewin Sebut Industri Kopi Jadi Peluang Besar Ekonomi Kreatif Anak Muda Ambon
Pemkot Ambon Evaluasi Lahan Parkir Apung Karena PAD Minim
Pemkot Ambon Siapkan Pengawasan AI di JMP Cegah Aksi Bunuh Diri
Pemkot Ambon Tegaskan SPMB 2026 Bebas Titipan dan Transparan

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:41 WIB

Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya

Jumat, 22 Mei 2026 - 12:22 WIB

Lisa Wattimena Pantau Posyandu di Ambon, Fokus Tekan Stunting dan Perkuat Layanan Ibu Anak

Kamis, 21 Mei 2026 - 15:03 WIB

Bodewin Sebut Industri Kopi Jadi Peluang Besar Ekonomi Kreatif Anak Muda Ambon

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Ambon Evaluasi Lahan Parkir Apung Karena PAD Minim

Berita Terbaru

Berita

Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:21 WIB