PatroliNews.id, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku menyambut pelaksanaan groundbreaking proyek strategis nasional Blok Masela di Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebagai momentum penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kehadiran investasi berskala besar tersebut diyakini akan memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian daerah, khususnya di Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Provinsi Maluku secara umum.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy, S.Pi., S.H., M.Si., kepada PatroliNews.id, Jumat (17/7/2026), mengatakan bahwa investasi di sektor migas melalui pengembangan Blok Masela akan menjadi salah satu penggerak utama peningkatan PAD apabila seluruh potensi penerimaan daerah dapat dikelola secara optimal sesuai ketentuan perundang-undangan.
Menurutnya, sebagai daerah kepulauan, Maluku membutuhkan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang terhubung dengan jaringan transportasi dan infrastruktur yang memadai. Karena itu, pembangunan sisi darat Blok Masela di Desa Lermatang diharapkan menjadi katalisator lahirnya berbagai aktivitas ekonomi baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Groundbreaking Blok Masela bukan hanya menjadi awal pembangunan proyek strategis nasional, tetapi juga membuka peluang besar bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah melalui berbagai sektor penerimaan pajak daerah. Investasi ini akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat maupun daerah,” ujar Djalaludin.
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah objek pajak daerah yang memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas pembangunan dan operasional Blok Masela. Salah satunya adalah Pajak Alat Berat, mengingat pembangunan kawasan industri dan infrastruktur penunjang akan melibatkan penggunaan alat berat dalam jumlah besar.
Bapenda Maluku, kata Djalaludin, telah menginstruksikan seluruh jajaran Unit Pelaksana Teknis (UPT) Samsat di Kabupaten Kepulauan Tanimbar agar melakukan pengawasan dan pendataan terhadap seluruh alat berat yang beroperasi di kawasan proyek.
“Kami berharap setiap perusahaan yang menggunakan alat berat segera melaporkan operasionalnya kepada Samsat Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pajak alat berat merupakan salah satu sumber PAD yang harus dioptimalkan sehingga seluruh kewajiban perpajakan dapat dipenuhi sesuai ketentuan,” tegasnya.
Selain pajak alat berat, Bapenda juga akan mengoptimalkan penerimaan dari Pajak Air Permukaan, mengingat kebutuhan air dalam kegiatan konstruksi maupun operasional proyek diperkirakan cukup besar. Oleh karena itu, seluruh pemanfaatan air permukaan oleh perusahaan diwajibkan dilaporkan agar proses pemungutan pajak dapat berjalan secara tertib dan transparan.
Tak hanya itu, Djalaludin juga mengingatkan seluruh perusahaan yang beroperasi di kawasan Blok Masela agar segera melakukan mutasi kendaraan operasional yang masih menggunakan nomor polisi luar daerah menjadi kendaraan berpelat DE sesuai wilayah administrasi Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Langkah tersebut dinilai penting agar penerimaan dari Pajak Kendaraan Bermotor dapat menjadi bagian dari peningkatan PAD Maluku.
Bapenda juga menaruh perhatian terhadap potensi penerimaan dari sektor Mineral Bukan Logam dan Batuan (MBLB) yang akan dimanfaatkan sebagai material pembangunan infrastruktur di kawasan proyek. Menurutnya, pemungutan pajak MBLB harus dilakukan secara optimal oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar dengan tetap memperhatikan ketentuan pembagian penerimaan, termasuk kewajiban penyetoran bagian Provinsi Maluku sebesar 25 persen ke Kas Umum Daerah.
Selain itu, pihaknya juga mengingatkan pentingnya optimalisasi Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang akan meningkat seiring bertambahnya aktivitas kendaraan dan alat berat selama proses pembangunan berlangsung. Seluruh penggunaan bahan bakar oleh perusahaan diharapkan tercatat dengan baik sehingga memberikan kontribusi nyata terhadap penerimaan daerah.
Djalaludin mengungkapkan, beberapa pekan lalu pihaknya telah melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan bertemu langsung dengan Bupati serta Kepala Badan Pendapatan Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Pertemuan tersebut membahas langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi meningkatnya aktivitas investasi agar seluruh hak dan kewajiban perpajakan perusahaan dapat dipenuhi secara tertib.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk memastikan seluruh potensi penerimaan daerah dapat dioptimalkan. Investasi harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah melalui kepatuhan perusahaan terhadap kewajiban perpajakan,” jelasnya.
Lebih jauh, Djalaludin berharap pembangunan Blok Masela tidak hanya berdampak pada peningkatan PAD, tetapi juga mampu membuka lapangan kerja yang luas bagi masyarakat lokal, meningkatkan perputaran ekonomi, serta mendorong tumbuhnya sektor usaha pendukung di Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
“Yang paling penting adalah investasi ini harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Selain meningkatkan pendapatan daerah, kami berharap penyerapan tenaga kerja lokal terus ditingkatkan, pelaku usaha daerah ikut dilibatkan, dan seluruh proses pengelolaan pendapatan dilakukan secara transparan. Dengan demikian, hasil pembangunan Blok Masela benar-benar bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku,” pungkasnya.
PatroliNews.id – Berita , Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







