PatroliNews.id, Maluku – Situasi di Maluku Tenggara memanas, namun tokoh masyarakat Kei, Benhur George Watubun, meminta semua pihak untuk menahan diri. Ia menegaskan bahwa reaksi yang berlebihan hanya akan memperburuk keadaan dan menyerukan agar masyarakat tetap tenang sambil menunggu langkah konkret dari Polda Maluku dan Pemerintah Daerah. Pernyataan ini disampaikan usai rapat koordinasi di Rumah Rakyat Karang Panjang, Ambon, Jumat (21/03/2025).
Benhur juga menyoroti pergeseran nilai budaya di masyarakat, khususnya perubahan filosofi ain ni ain yang dahulu mencerminkan persaudaraan erat kini mulai bergeser menjadi ain fadan ain, yang menunjukkan perpecahan.
“Mental masyarakat perlahan terkikis, pemahaman budaya semakin menurun,” ungkapnya prihatin. Ia menekankan bahwa, konflik yang terjadi tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga membawa kemerosotan budaya yang mengkhawatirkan.
Selain itu, Ketua DPRD Maluku ini menegaskan bahwa, pemerintah harus lebih hadir dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga dalam bentuk pelayanan yang nyata.
“Yang paling penting adalah memastikan kesejahteraan masyarakat, di mana mereka dapat hidup layak dengan tubuh yang sehat, pemikiran yang cerdas, dan kebutuhan dasar yang terpenuhi. Inilah tanggung jawab utama pemerintah,”pungkasnya.















