Kesbangpol Kota Ambon Tegaskan Peran Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 03:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

PatroliNews id, Ambon – Upaya pencegahan konflik sosial di Kota Ambon semakin diperkuat dengan keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ambon, Cheryl Valentina Tuasun, S.STP., M.Si., dalam wawancara eksklusif di ruang kerjanya pada Kamis (20/3/25), menekankan bahwa, konflik sosial merupakan ancaman serius yang harus dicegah sejak dini demi menjaga stabilitas dan keharmonisan di masyarakat.

“Kegiatan Binkom Cegah Konflik Sosial dengan tema ‘Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik Sosial di Wilayah Kodim 1504/Ambon’ yang digelar pada Selasa (18/3/25) di gedung Slamet Riyadi Korem 151/Binaya ini, menjadi wadah untuk meningkatkan kesadaran bersama bahwa, konflik tidak hanya merugikan individu, tetapi juga berdampak luas pada kehidupan sosial dan ekonomi,” ujar Cheryl.

Ancaman yang Berpotensi Memicu Konflik Sosial

Dalam pemaparannya, Cheryl menyoroti lima ancaman utama yang dapat menjadi pemicu konflik sosial di Kota Ambon, yaitu:

  1. Maraknya penyalahgunaan minuman keras, yang sering kali berujung pada tindakan kriminal dan bentrokan antarwarga.
  2. Penyebaran hoaks dan informasi tidak bertanggung jawab di media sosial, yang dapat memprovokasi ketegangan di tengah masyarakat.
  3. Ancaman narkoba, yang tidak hanya merusak generasi muda tetapi juga memicu ketidakstabilan sosial.
  4. Kurangnya ketentraman dan ketertiban umum, yang menyebabkan keresahan di kalangan masyarakat.
  5. Belum optimalnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan secara kolektif.

Tantangan dalam Mewujudkan Stabilitas Sosial

Lebih lanjut, Cheryl mengungkapkan bahwa, masih terdapat beberapa permasalahan yang menjadi tantangan dalam menciptakan masyarakat yang harmonis, antara lain:

  • Kurangnya pemahaman masyarakat terhadap Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), yang seharusnya menjadi landasan utama dalam menjaga persatuan.
  • Menurunnya kesadaran terhadap nilai-nilai luhur budaya dan norma spiritual, yang berakibat pada meningkatnya pelanggaran terhadap adat dan etika sosial.
  • Minimnya pemahaman generasi muda terhadap wawasan kebangsaan dan ideologi negara, yang menyebabkan mereka rentan terhadap pengaruh negatif dari budaya global.
  • Terbatasnya masyarakat yang memahami kebijakan politik serta kurangnya partisipasi ormas dan parpol dalam kerja sama dengan Kesbangpol.
  • Belum optimalnya peran lembaga sosial dalam meningkatkan kerukunan umat beragama dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya persatuan.
Baca Juga :  Komisi II DPRD Maluku Soroti Kelangkaan Minyak Tanah di Rapat Bersama Pertamina

Bentuk-Bentuk Konflik di Kota Ambon

Cheryl menjelaskan bahwa, konflik sosial yang terjadi di Kota Ambon dapat dikategorikan ke dalam beberapa bentuk, antara lain:

  • Konflik antarindividu, yang muncul akibat perselisihan personal.
  • Konflik antarkelompok, yang terjadi antara komunitas atau organisasi tertentu.
  • Konflik horizontal, yaitu bentrokan antarwarga dengan latar belakang sosial, suku, atau agama.
  • Konflik vertikal, yang melibatkan masyarakat dengan aparat pemerintahan.

Strategi Pencegahan Konflik Sosial

Guna mencegah terjadinya konflik sosial, Kesbangpol Kota Ambon telah menyusun beberapa strategi penting, di antaranya:

  1. Memperkuat peran tokoh masyarakat, lembaga adat, dan pranata sosial untuk menjaga harmoni di tengah perbedaan.
  2. Meningkatkan fungsi kelembagaan yang dibentuk oleh Kesbangpol dalam mendeteksi serta mencegah potensi konflik sejak dini melalui sinergi dengan TNI, Polri, serta lembaga terkait lainnya.
  3. Meningkatkan pendidikan politik masyarakat, agar lebih memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.
  4. Mengoptimalkan harmonisasi sosial melalui berbagai kegiatan kebudayaan, olahraga, serta forum lintas agama.
  5. Mengutamakan musyawarah dalam penyelesaian konflik agar tidak berkembang menjadi kekerasan.
  6. Mendorong kegiatan bakti sosial dan gotong royong, sebagai sarana mempererat kebersamaan di masyarakat.
  7. Menjaga etika dalam bermedia sosial dengan tidak menyebarkan hoaks atau konten provokatif yang dapat memicu perpecahan.
Baca Juga :  Wagub Maluku Pastikan Ketersediaan Stok dan Kendali Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri

Peran Seluruh Komponen Masyarakat dalam Mencegah Konflik

Menurut Cheryl, pencegahan konflik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif dari berbagai pihak:

  • Peran Individu: Menjaga sikap toleransi, tidak mudah terprovokasi berita bohong, serta menjadi teladan dalam menyelesaikan masalah dengan cara damai.
  • Peran Keluarga: Menanamkan nilai moral dan etika sejak dini, mengajarkan sikap saling menghormati, serta membimbing anak dalam menggunakan media sosial secara bijak.
  • Peran Masyarakat dan Tokoh Masyarakat: Menjalin komunikasi yang baik, menyelesaikan konflik sebelum membesar, serta menggalang kebersamaan melalui kegiatan sosial dan budaya.
  • Peran Aparat Keamanan: Menegakkan hukum secara adil, menyediakan ruang dialog bagi masyarakat, serta memberikan edukasi tentang penyelesaian konflik yang damai.
  • Peran Media Massa dan Media Sosial: Menyajikan informasi yang objektif, tidak memprovokasi, serta mengedukasi masyarakat tentang pentingnya persatuan dan kesatuan.

Seruan untuk Masyarakat Kota Ambon

Menutup pernyataannya, Cheryl menegaskan bahwa, mencegah konflik sosial adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama seluruh elemen masyarakat, potensi konflik dapat dicegah sebelum berkembang menjadi perpecahan.

“Mari kita jaga persatuan, saling menghormati, dan menyelesaikan setiap perbedaan dengan cara yang damai. Bersatu kita kuat, bercerai kita runtuh!” pungkasnya.

Berita Terkait

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik
Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya
Penelitian P3M Polnam Fokus Atasi Ancaman Gelombang Ekstrem di Pantai Akoon Nusalaut
Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku
Bank Maluku Malut dan Pemprov Maluku Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Syahrisal Imbar Tegaskan Komitmen Transformasi Modern
Pemkot Ambon Siapkan Talud Rp300 Juta Tangani Longsor BTN Lateri Dua
Gubernur Maluku Serahkan Rumah Program MBBR kepada Warga Tuhaha
Bank Maluku Malut Harus Menjadi Pilihan Utama Masyarakat Maluku dan Maluku Utara

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 18:33 WIB

Tim Kreatif Film Ninivala Gelar Rapat Perdana di Ambon, Angkat Legenda Maluku Lewat Film, Tari dan Musik

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:41 WIB

Panggung Ekspresi Anak Maluku di Ambon, SD Negeri 65 Luncurkan Mars Sekolah dan Kobarkan Literasi Budaya

Selasa, 26 Mei 2026 - 14:19 WIB

Penelitian P3M Polnam Fokus Atasi Ancaman Gelombang Ekstrem di Pantai Akoon Nusalaut

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:21 WIB

Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku

Selasa, 26 Mei 2026 - 10:27 WIB

Bank Maluku Malut dan Pemprov Maluku Perkuat Digitalisasi Keuangan Daerah, Syahrisal Imbar Tegaskan Komitmen Transformasi Modern

Berita Terbaru

Berita

Soekarno Cup Buka Harapan Baru Kebangkitan Sepak Bola Maluku

Selasa, 26 Mei 2026 - 12:21 WIB