Kerjasama BRIN dan FIO Perkuat Riset Laut Dalam
Dua peneliti asal Ambon, Dr. Sem Likumahua dan Dr. Charlie Ester de Fretes, dari Pusat Riset Laut Dalam, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), mengikuti pelatihan teknologi dan penelitian laut dalam di Cina pada akhir Juni 2025. Pelatihan ini merupakan bagian dari program capacity building hasil kerjasama antara The First Institute of Oceanography (FIO) melalui Prof. Zhang Xuelei dan Organisasi Riset Kebumian dan Maritim (ORKM) BRIN.
Pembukaan di Shanghai Maritime University
Pelatihan dimulai di Shanghai Maritime University (SMU) dan dibuka secara resmi oleh Prof. Wang Zongling dari FIO, Prof. Yan Wei dari SMU, serta Mr. Tian Hao selaku CEO CRRC SMD Shanghai Ltd. Inisiatif pelatihan ini bertujuan, untuk memperkenalkan perkembangan teknologi riset biodiversitas laut dalam dan pemanfaatannya di wilayah perairan yang kaya potensi hayati.
Mengenal Teknologi ROV di CRRC SMD Shanghai Ltd.
Dalam pelatihan tersebut, Likumahua dan de Fretes mengunjungi CRRC SMD Shanghai Ltd., perusahaan pembuat Remotely Operated Vehicle (ROV), kapal selam mini nir-awak yang dapat menjelajah hingga kedalaman 4.000 meter.

Keduanya mendapat kesempatan melakukan simulasi pengoperasian ROV untuk pengambilan sampel laut dalam, pengalaman penting yang jarang diperoleh peneliti di Indonesia.
Pelatihan Lanjutan di FIO Qingdao
Pelatihan berlanjut di FIO, Qingdao, dengan tema China-Indonesia Deep Sea Habitat Expedition Technology Training. Di sana, dua peneliti ini mendalami materi hasil ekspedisi laut dalam FIO yang menemukan potensi biodiversitas serta spesies baru di perairan Cina. Selain itu, mereka juga mempraktikkan analisis laboratorium biologi molekuler dan interpretasi data menggunakan platform milik FIO.

Potensi Biodiversitas Laut Dalam Maluku
Dr. Sem Likumahua menjelaskan bahwa, Laut Maluku sebagai wilayah laut dalam memiliki potensi biodiversitas sangat tinggi yang belum tergali secara maksimal karena keterbatasan teknologi. Ia menekankan pentingnya melanjutkan kerjasama BRIN dan FIO yang telah dimulai akhir 2024 untuk fokus pada eksplorasi biodiversitas laut dalam di Maluku.
Peran Kajian Metagenomik Ungkap Kekayaan Laut
Sementara itu, Dr. Charlie Ester de Fretes menyoroti, pentingnya pemanfaatan biologi molekuler, khususnya kajian metagenomik, dalam riset laut dalam.
“Peran studi metagenomik dengan memanfaatkan DNA lingkungan sangat penting dilakukan untuk mengungkap keanekaragaman dan interaksi mikro dan makroorganisme di laut dalam serta peran ekologis di habitatnya,” ujar de Fretes.
Harapan untuk Riset Laut Dalam Indonesia Timur
Partisipasi dua peneliti asal Ambon ini diharapkan, menjadi langkah penting dalam memperkuat kemampuan riset laut dalam nasional. Dengan dukungan teknologi dan kolaborasi internasional, potensi kekayaan hayati laut dalam, khususnya di Indonesia Timur dan Provinsi Maluku, dapat diungkap dan dimanfaatkan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















