PatroliNews.id, Maluku – Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, SH., LL.M. diwakili oleh Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, S.Sos., dalam kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Remaja Gereja (PKRG) yang diselenggarakan oleh Majelis Pekerja Harian Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) pada Sabtu, 5 Juli 2025. Kegiatan yang berlangsung di kediaman Wakil Gubernur ini diikuti oleh 100 remaja peserta dan turut dihadiri oleh Pengurus Sinode beserta jajarannya.
Kegiatan ini membina remaja gereja sebagai kader berdampak sesuai arah kebijakan GPM, dengan dukungan Wakil Gubernur dalam memberi motivasi kepada para peserta, sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan kapasitas generasi muda gereja.
Teknologi Digital dan Tantangan Moral

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menyampaikan keprihatinannya atas dampak negatif teknologi terhadap anak-anak jika tidak dikendalikan:
“Dengan handphone ini ternyata, kalo salah gunakan itu bisa menjadi Mudarat… manfaatnya sedikit, tapi mudaratnya itu jauh lebih besar.”
Beliau mencontohkan, Cristiano Ronaldo yang tidak mengizinkan anaknya menggunakan handphone, dan menegaskan bahwa, larangan bukan tujuannya, tetapi pengendalian untuk kepentingan pendidikan dan komunikasi. Ia menyoroti kenyataan bahwa, anak-anak dari keluarga miskin paling terdampak secara negatif oleh teknologi, karena tidak memiliki sistem pengawasan seperti di sekolah-sekolah elit.
Pentingnya Pendidikan Agama dan Moral

Wagub menekankan bahwa, pendidikan agama menjadi benteng utama untuk menjaga moralitas generasi muda di tengah pesatnya kemajuan teknologi:
“Faktanya hari ini orang mulai sadar bahwa, pendidikan agama itu penting, karena pengetahuan akademik itu bagus tetapi moral itu juga penting. Jika ilmu agama itu tidak menopang, maka anak-anak kita menjadi salah jalur.”
Menurutnya, langkah GPM melalui PKRG merupakan bagian dari strategi menyiapkan generasi muda yang kuat, berkarakter, beriman, dan tangguh menghadapi perubahan zaman.
Apresiasi Pemerintah dan Kondisi Daerah

Wakil Gubernur menyampaikan terima kasih kepada Sinode GPM, atas kontribusinya terhadap pembangunan sumber daya manusia:
“Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur mengucapkan banyak terima kasih kepada sinode dan struktur di bawahnya, yang mana Ibu Bapak telah mengambil peran dari sebagian tugas pemerintah untuk melahirkan generasi muda Maluku yang berkualitas.”
Ia juga mengungkapkan, realitas keterbatasan anggaran pemerintah provinsi saat ini. Dengan jujur, beliau berkata:
“ Beta seng tau Pemda bantu berapa. Syukur kalo dibantu. Tapi kalo seng dibantu, Bapak Wagub bantu dengan ‘DOA’…”
Fokus pada Sektor Swasta

Menghadapi tantangan pengangguran dan keterbatasan lapangan kerja di sektor pemerintahan, Wagub menekankan, pentingnya pengembangan sektor swasta sebagai solusi utama:
“Kantor gubernur, kantor walikota, kantor bupati, BUMN dan seterusnya seng mampu tampung kamorang anak cucu banyak ini. Satu-satunya jalan keluar adalah Sektor Swasta.”
Ia menjelaskan bahwa, keberhasilan sektor swasta sangat bergantung pada kondisi keamanan daerah:
“Sektor swasta itu dia mau datang kalo Maluku aman. Orang kaya mau dia pung kepeng simpan di tempat yang aman.”
Wagub mengajak semua pihak menjaga stabilitas sosial, agar investor kembali masuk ke Maluku, membuka lapangan kerja dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Refleksi dan Pesan Pertobatan Sosial

Dengan penuh kesadaran, Wagub menyampaikan permohonan maaf kepada generasi muda Maluku, atas kesalahan masa lalu yang menghancurkan tatanan sosial dan ekonomi daerah:
“Beta dan Pak Gub minta maaf di kamorang anak-anak di Maluku. Karena katong orang tatua ini pernah berbuat salah, berbuat tatanan sosial orang hidup basudara ini menjadi hancur.”
Beliau mengajak generasi muda untuk tidak mengulangi kesalahan orang tua terdahulu, melainkan belajar dari pengalaman masa lalu dengan mengambil nilai-nilai positif yang diwariskan, membuang hal-hal negatif, dan berjuang membangun kehidupan yang lebih baik ke depan :
“Jang Katong ikut Katong pung bapa mama pung kalakuang, biking tobat, Jang Katong ikut Katong pung opa dan oma pung kalakuang.”
Harapan untuk Generasi Muda


Wakil Gubernur menutup dengan harapan, agar generasi muda bersatu dalam semangat kerja keras, pendidikan, dan toleransi:
“Beta lihat anak berjilbab dia bergaul dengan dia punya saudara yang tidak berjilbab. Beta membayangkan, akhirnya anak-anak ini dong berjuang untuk menyatukan apa yang Katong sudah rusak akang.”
Dengan penuh keyakinan, beliau menegaskan bahwa, persatuan dan kebersamaan adalah dasar utama untuk membangun Maluku ke arah yang lebih baik.
“Beta dengan Bapak Gubernur Katong harap itu. Karena dengan dasar itu baru Katong bisa bangun, par Maluku pung bae.”
Melalui pelatihan PKRG dan kerja sama gereja serta pemerintah, diharapkan Maluku ke depan akan dipimpin oleh generasi yang bukan hanya cerdas, tetapi juga bermoral dan siap membangun bangsa dengan tangan bersih dan hati tulus.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







