PatroliNews.id, Masohi, 7 Agustus 2025 — SD Negeri 30 Masohi, yang berlokasi di Jalan Dr. G.A. Siwabessy, tengah memasuki fase penting dalam memperkuat mutu pendidikan di tengah dinamika perubahan kebijakan nasional. Di balik segala tantangan dan keterbatasan, sekolah ini tetap berkomitmen tinggi untuk membangun sistem pembelajaran yang adaptif dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik, sembari mempersiapkan diri menyambut peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80.
Fokus Awal: Menguatkan Pondasi Pembelajaran Berbasis Kebutuhan Anak
Saat ditemui di lokasi sekolah, Kepala Sekolah SD Negeri 30 Masohi, Ny. M. Wila dida, S.Pd, menyampaikan bahwa, pihaknya saat ini belum mulai melakukan persiapan teknis untuk kegiatan 17 Agustus. Hal ini dikarenakan sekolah sedang memusatkan perhatian pada proses identifikasi kebutuhan pembelajaran siswa melalui asesmen awal.
“Memang jujur saja, beberapa hari ini kami sedang fokus bagaimana mempersiapkan diri untuk implementasi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Kami sementara membuat asesmen awal sebagai petakan dasar untuk mengarahkan proses belajar yang sesuai dengan kemampuan dan karakter siswa,” ungkapnya.
Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya perencanaan yang matang dan terukur agar setiap anak bisa belajar sesuai dengan potensinya.
Menghadapi Transformasi Kurikulum: Dari Sekolah Penggerak Menuju Kurikulum Nasional
SD Negeri 30 Masohi sebelumnya adalah bagian dari program Sekolah Penggerak, namun kini telah mengikuti ketentuan baru dengan diberlakukannya Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional. Menanggapi perubahan ini, Kepala Sekolah menegaskan kesiapan jajarannya dalam mengimplementasikan kurikulum secara maksimal.
“Saya sebagai pemimpin sekolah selalu berupaya mempersiapkan setiap perubahan, termasuk perubahan kurikulum. Kami tidak ingin tertinggal. Guru-guru pun terus belajar dan beradaptasi,” ujarnya penuh semangat.
Kesiapan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak, termasuk kerja sama antara Dinas Pendidikan dan Program INOVASI yang telah memberikan banyak penguatan bagi guru-guru.
Apresiasi Terhadap Kepala Dinas: Pendidikan Harus Bergerak dan Maju
Kepala Sekolah Wila juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, Bapak Husein Mukadar, yang menurutnya sangat konsisten dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan di daerah.
“Bapak Kepala Dinas selalu mengingatkan bahwa pendidikan itu tidak statis. Pendidikan harus bergerak, berubah, dan menyesuaikan kebutuhan zaman. Kami sebagai guru pun harus terus belajar dan memperbaiki diri,” ujar Wila dida penuh rasa terima kasih.
Kehadiran berbagai program seperti pelatihan coding dan pembelajaran mendalam menunjukkan bahwa pendidikan di Maluku Tengah terus bertumbuh seiring perkembangan era digital.
Kebutuhan Infrastruktur: Rombongan Kelas dan Fasilitas Digital Masih Minim
Dengan jumlah siswa yang mencapai 245 orang dan hanya memiliki 8 rombongan belajar, SD Negeri 30 Masohi masih sangat membutuhkan perhatian dalam hal penambahan ruang kelas. Meskipun tahun ini sekolah telah menerima 4 guru P3K yang sangat membantu, namun ruang belajar masih terbatas.
“Saya sangat bersyukur karena kemarin dapat tambahan 4 guru P3K. Tapi harapan saya, mungkin bisa ada perhatian untuk penambahan ruang kelas atau kelas baru. Ini sangat mendesak agar proses belajar lebih maksimal,” kata Wila dida.
Selain itu, ia juga berharap adanya dukungan perangkat teknologi, seperti komputer, untuk mendukung pembelajaran digital yang sudah menjadi kebutuhan masa kini.
Potensi dan Prestasi: Ekskul yang Mengharumkan Sekolah
Meskipun berada dalam keterbatasan, SD Negeri 30 Masohi terus membuktikan diri lewat prestasi. Kegiatan ekstrakurikuler seperti tari dan literasi tambahan menjadi ruang pembinaan karakter dan bakat anak-anak. Dalam berbagai lomba tingkat daerah dan nasional, sekolah ini tidak pernah pulang dengan tangan kosong.
“Kalau Tuhan masih percayakan, maka kami tetap buktikan. Setiap tahun kami ikut lomba dan pulang bawa medali. Tahun 2023 kami raih emas dan perak. Tahun 2024 kami bawa pulang perak dan perunggu dari Unpatti. Tahun 2025 ini kami juga sudah dapat piala emas dan perunggu,” jelas Wilda penuh bangga.
Keberhasilan ini menjadi motivasi besar bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas dan menjadi sekolah unggulan di wilayahnya.
Harapan untuk Dukungan yang Berkelanjutan
Di penghujung wawancara, Ny. M. Wila dida, S.Pd menitipkan harapan besar kepada Pemerintah Daerah, khususnya Bapak Bupati dan Kepala Dinas Pendidikan Maluku Tengah, untuk memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan infrastruktur, digitalisasi, dan pengembangan kapasitas guru.
“Kami hanya ingin anak-anak di SD Negeri 30 mendapat kesempatan belajar yang layak dan bermutu. Kami sudah berusaha, tapi kami butuh dukungan. Jika diberikan tambahan kelas, fasilitas digital, dan pelatihan guru yang terus menerus, maka saya yakin SD Negeri 30 akan terus eksis dan bersinar ke depan,” tutupnya dengan penuh harap.
Dengan semangat kolaborasi antara sekolah, pemerintah, dan masyarakat, SD Negeri 30 Masohi terus bergerak maju, menjadikan pendidikan sebagai landasan utama bagi masa depan generasi muda Maluku Tengah.
PatroliNews.id – Untuk Rakyat, Fakta dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran.















