PatroliNews.id, Ambon — Perayaan Paskah di SD Negeri 65 Ambon tahun 2026 pada 11 April 2026 tampil berbeda dan penuh makna. Tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, momentum ini dikemas sebagai ruang pembentukan karakter siswa yang menyentuh aspek spiritual, sosial, hingga kesiapan menghadapi tantangan era digital.
Kepala Sekolah SD Negeri 65 Ambon, Paskalina T. Talaud, menegaskan bahwa, perayaan Paskah tahun ini dirancang lebih mendalam dan kontekstual bagi kehidupan peserta didik.
“Perayaan ini kami arahkan bukan hanya sebagai kegiatan ibadah, tetapi sebagai proses pembelajaran hidup. Anak-anak diajak untuk memahami makna kebangkitan Kristus dan menerapkannya dalam sikap sehari-hari,” ungkapnya.
Mengusung tema “Bangkit Bersama Kristus, Hidup Baru dalam Karakter Kristiani”, kegiatan ini menekankan pentingnya transformasi sikap dan perilaku anak sejak dini. Menurut Kepala Sekolah, nilai-nilai yang ditanamkan diharapkan mampu membentuk pribadi siswa yang berintegritas, terutama dalam menghadapi pengaruh dunia digital yang semakin kompleks.
“Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu, tetapi benar-benar hidup dalam nilai kejujuran, kesabaran, kerendahan hati, dan tanggung jawab, baik di dunia nyata maupun di ruang digital,” jelasnya.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi dengan doa bersama dan puji-pujian, dilanjutkan dengan ibadah sebagai inti perayaan. Setelah itu, siswa dibagi berdasarkan kelompok usia untuk mengikuti sesi pembinaan karakter yang disesuaikan dengan tahap perkembangan mereka.
Yang menarik, setiap siswa juga diajak membuat komitmen pribadi sebagai bentuk refleksi Paskah. Mereka menuliskan perubahan sikap yang ingin diwujudkan sebagai bagian dari pemaknaan kebangkitan Kristus.
“Kami percaya perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Komitmen sederhana dari anak-anak ini adalah awal dari pembentukan karakter yang kuat,” tambahnya.
Keunikan lain dari kegiatan ini terlihat pada keterlibatan seluruh tenaga pendidik tanpa memandang latar belakang denominasi. Kolaborasi lintas keyakinan tersebut menjadi contoh nyata toleransi dan persatuan di lingkungan sekolah.
“Perbedaan bukan penghalang untuk bekerja bersama. Justru dari keberagaman itu, anak-anak belajar arti kebersamaan dan saling menghargai,” ujarnya.
Selain itu, kesuksesan kegiatan ini juga tidak terlepas dari soliditas panitia yang mengedepankan prinsip kebersamaan dan profesionalisme. Sistem kerja yang terbuka, pembagian tugas yang merata, serta komunikasi yang intens menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan.
Ke depan, pihak sekolah juga telah menyiapkan agenda lanjutan pada 23 Mei 2026 di Catholic Center yang akan mengangkat kekayaan budaya lokal Maluku melalui seni tari, bahasa, dan pertunjukan bakat siswa.
“Kami ingin membangun generasi yang tidak hanya kuat secara iman dan karakter, tetapi juga bangga dengan budaya daerahnya,” tutup Kepala Sekolah.
Melalui pendekatan yang integratif antara nilai spiritual, pendidikan karakter, dan budaya lokal, Perayaan Paskah SD Negeri 65 Ambon tahun ini menjadi contoh inspiratif bagaimana sekolah dapat berperan aktif dalam membentuk generasi muda yang berkarakter dan berdaya saing.
PatroliNews.id – Berita terkini, Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran







