Patroli news.id, Ambon – Bertempat di Hotel Amaris Ambon, pada Rabu (30/4/25) telah dilaksanakan kegiatan Semiloka Pembelajaran Berbasis Digital yang diselenggarakan oleh Yayasan Arika Mahina, bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Ambon. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon yang di wakili oleh Kabid Bidang PAUD dan PNF dan dihadiri oleh berbagai pihak penting, antara lain DP3MD Ibu Megi, Komisi II DPRD Kota Ambon Ibu Desi Halauw, Pengawas Lekatompessy, narasumber, Pa Semy Ritiauw dari FKIP Unpatti, Pa John Takaria dari PGSD FKIP Unpatti , para kepala sekolah, pimpinan Head Foundation, Kak Mercy, para koordinator dan ketua yayasan, komite sekolah, serta peserta didik dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Yasmu Budiatin, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan Kota Ambon, menyampaikan apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini. Beliau menekankan bahwa tema yang diangkat, yakni “Pembelajaran Berbasis Digital dalam Rangka Peningkatan Literasi dan Numerasi Siswa Sekolah Dasar”, sangat relevan dengan tantangan zaman.
“Di era digital saat ini, kita sebagai orang tua maupun pendidik sering kali merasa resah melihat anak-anak yang begitu lekat dengan gadget, namun lebih banyak digunakan untuk permainan yang tidak mendidik. Bahkan dalam rumah tangga, interaksi menjadi berkurang karena setiap orang sibuk dengan gawainya masing-masing. Ini menjadi refleksi bahwa teknologi, jika tidak dimanfaatkan dengan bijak, bisa berdampak negatif bagi perkembangan anak-anak kita.”
Beliau melanjutkan bahwa, kegiatan ini membuka mata kita semua bahwa, digitalisasi pembelajaran bukan sekadar tentang penggunaan gawai, tetapi bagaimana memanfaatkannya secara edukatif dan menyenangkan.
“Anak-anak sekarang lebih tertarik dengan HP dibanding buku. Maka tugas kita adalah mengemas pembelajaran dalam bentuk aplikasi yang menarik dan mudah diakses, seperti game edukatif yang mengembangkan literasi, numerasi, dan karakter anak sejak usia dini.”
Disampaikan pula bahwa, Kota Ambon menunjukkan peningkatan dalam Standar Pelayanan Minimal (SPM), dari 71,48% pada tahun 2024 menjadi 73,79% pada tahun 2025. Ini adalah sebuah prestasi yang harus disyukuri, namun tidak menjadi alasan untuk berhenti berinovasi.
“Kita tidak boleh terlena. Angka 73 belum 100. Maka kita harus terus belajar, berinovasi, dan bekerja sama, baik pemerintah, sekolah, maupun yayasan-yayasan pendidikan. Tidak bisa hanya Dinas Pendidikan yang bekerja sendiri.”
Beliau juga mengusulkan agar dalam proses pembelajaran digital, bukan hanya HP yang digunakan, tetapi juga tablet sebagai alat bantu pembelajaran, terutama bagi sekolah-sekolah yang telah didampingi oleh yayasan.
“Saya berharap akan ada kebijakan agar sekolah-sekolah dapat menyediakan tablet untuk memaksimalkan aplikasi-aplikasi pembelajaran yang sudah tersedia.”
Di akhir sambutannya, Yasmu Budiatin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, khususnya Yayasan Arika Mahina, yang telah konsisten dalam mendampingi sekolah-sekolah di Kota Ambon.
“Semoga kegiatan ini tidak berhenti di sini, tetapi dapat terus berlanjut tidak hanya 3 tahun, melainkan 4 tahun dan seterusnya, demi pendidikan anak-anak kita yang lebih baik.”
Dengan demikian, kegiatan Semiloka Pembelajaran Berbasis Digital secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon dan diharapkan menjadi langkah awal menuju peningkatan mutu pendidikan, khususnya dalam hal literasi dan numerasi di tingkat sekolah dasar di Kota Ambon.
Ditempat yang sama Direktur Yayasan Arika Mahina, Ibu Ruth Saiya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan mendukung pelaksanaan program ini, khususnya kepada Dinas Pendidikan Kota Ambon yang sejak awal telah membangun koordinasi yang kuat bersama Yayasan Arika Mahina.
Beliau menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan bagian dari program Sekolah Enuma Indonesia, yang telah berjalan selama tiga tahun dan berfokus pada peningkatan kualitas literasi dan numerasi anak-anak sekolah dasar melalui pendekatan pembelajaran berbasis digital.
Ibu Ruth juga memberikan apresiasi yang tinggi kepada 12 sekolah mitra yang telah terlibat secara aktif dalam program ini. Menurutnya, semangat dan komitmen para kepala sekolah serta para guru menjadi sumber motivasi yang luar biasa bagi yayasan untuk terus melanjutkan program, meskipun menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam penyediaan perangkat pembelajaran digital seperti tablet dan aplikasi.
Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak dalam dunia pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa, meskipun aplikasi digital memberikan kemudahan dalam pembelajaran, namun tetap dibutuhkan peran aktif guru dan orang tua untuk membimbing dan mengarahkan siswa.
Menutup sambutannya, Direktur Yayasan Arika Mahina menyampaikan harapan agar program ini terus berlanjut dan memberikan dampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan di Kota Ambon. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh mitra, tim teknis, media, dan orang tua siswa yang telah bersama-sama mendukung keberhasilan program ini.
Sementara itu secara Daring, Mr. CD Liang Perwakilan dari The Head Foundation juga turut memberikan sambutan secara daring dengan menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap seluruh pihak, yang telah menyukseskan program pembelajaran berbasis digital ini, khususnya kepada Yayasan Arika Mahina dan Dinas Pendidikan Kota Ambon yang telah menjalin koordinasi erat sejak awal pelaksanaan.
Beliau menekankan pentingnya menjangkau sekolah-sekolah dasar di daerah terpencil dan pinggiran, seperti di wilayah Tuni dan Kilang, agar tetap mendapatkan akses pendidikan digital yang merata. Menurutnya, melalui koordinasi yang baik bersama Dinas Pendidikan, kini sekolah-sekolah tersebut sudah dapat menggunakan aplikasi pembelajaran digital Sekolah dan Rumah secara maksimal—baik di lingkungan sekolah maupun di rumah masing-masing siswa.
Namun, Mr. Liang juga menegaskan bahwa, pembelajaran berbasis digital membutuhkan biaya yang tidak sedikit, karena memerlukan perangkat tablet dan aplikasi yang berlisensi, yang hanya dapat digunakan dengan izin resmi dan validasi yang sah. Oleh karena itu, mereka juga melakukan riset untuk mengukur dampak konkret dari penggunaan aplikasi ini terhadap peningkatan literasi dan numerasi siswa.
The Head Foundation, lanjutnya, telah melakukan penelitian serupa di daerah Medan dan Bekasi, dengan pendekatan komparasi antara sekolah yang menggunakan aplikasi digital dan yang tidak menggunakannya. Tujuannya adalah melihat impact nyata yang bisa menjadi dasar dalam memberikan dukungan berkelanjutan terhadap program ini.
Ia juga menambahkan bahwa saat ini ada jutaan siswa di Indonesia yang membutuhkan akses terhadap aplikasi ini, namun mereka baru mampu memberikan dukungan pada sebagian wilayah saja, termasuk di Ambon. Karena itu, hasil riset yang dilakukan oleh Yayasan Arika Mahina di Ambon, maupun oleh pihak mereka sendiri di wilayah lain, diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah pusat dan daerah untuk ikut serta mendukung pembelajaran digital ke depan.
Lebih lanjut, Mr. Liang menyampaikan harapan bahwa, dalam masa pemerintahan baru, Menteri Pendidikan yang baru diangkat akan melihat potensi besar dari program Sekolah Enuma dan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangannya secara nasional. Ia juga berharap, agar tim Sekolah Enuma dapat menjalin komunikasi langsung dengan kementerian agar aplikasi ini dapat lebih luas diimplementasikan di seluruh Indonesia.
Menutup sambutannya, Mr. CD Liang menyampaikan terima kasih kepada seluruh sekolah mitra, para guru, dan khususnya Yayasan Arika Mahina atas kerja sama yang erat selama ini. Ia berharap, kegiatan semi loka ini dapat menghasilkan data dan insight penting, serta membuka lebih banyak peluang kerja sama untuk mendukung pembelajaran berbasis digital di tahun-tahun mendatang, khususnya untuk tahun ajaran 2025–2026 dan seterusnya.







