PatroliNews.id, AMBON – Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kota Ambon kembali memperkuat upaya literasi digital dengan menyasar kalangan orang tua. Melalui kegiatan sosialisasi bertema “Pengawasan Orang Tua di Ruang Media Sosial”, lebih dari 150 orang tua Jemaat GPM Sumber Kasih mendapatkan edukasi langsung mengenai peran strategis mereka dalam mendampingi anak-anak di era digital. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Cristy Natalia.
Staf Ahli Wali Kota Bidang Ekonomi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Kominfo, Dr. Ronald H. Lekransy, ST., M.Si menegaskan bahwa, pengawasan orang tua menjadi kunci dalam meminimalisir risiko negatif yang mengintai anak-anak di ruang digital. Ia menyampaikan bahwa sosialisasi ini merupakan bagian dari implementasi program prioritas Pemkot Ambon dalam mendukung pembangunan Smart City.
“Jika kita bicara soal Ambon sebagai smart city, maka salah satu indikator pentingnya adalah literasi digital. Ini menyangkut kemampuan individu dan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital secara efektif, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujar Dr. Lekransy.
Ia menjelaskan bahwa, Dinas Kominfo Ambon telah menyasar lebih dari 1.000 remaja dan pemuda dalam program literasi digital sebelumnya. Kini, giliran para orang tua diberdayakan agar memahami risiko seperti cyberbullying, child grooming, dan kecanduan gadget yang sangat mungkin mengintai anak-anak mereka.
“Masifnya penetrasi internet saat ini, khususnya di kalangan Generasi Z dan milenial usia 12–43 tahun, harus menjadi perhatian serius. Ancaman dari ruang digital tidak hanya merusak mental, tapi bahkan bisa memicu anak untuk mengakhiri hidupnya jika tidak mendapat pengawasan dan pendampingan yang tepat,” ungkap Dr. Lekransy.
Sebagai solusi, ia mendorong orang tua untuk aktif memantau penggunaan gadget anak, membatasi waktu pemakaian, menciptakan komunikasi terbuka, dan memberi contoh yang positif dalam penggunaan teknologi.
“Dalam tanggung jawab pengawasan digital ini, penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak siap menghadapi tantangan dunia maya. Keseimbangan antara pemanfaatan teknologi, interaksi sosial, dan kesehatan mental anak harus dijaga dengan baik,” pungkasnya.















