Patrolinews.id, Ambon — Semangat inovasi dan kepedulian lingkungan kembali ditunjukkan mahasiswa Universitas Pattimura melalui prestasi dalam kompetisi karya ilmiah yang digelar oleh INPEX Masela Ltd.. Ajang tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menuangkan gagasan kreatif berbasis persoalan lingkungan yang terjadi di masyarakat.
Penyerahan penghargaan kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Hubungan Masyarakat dan Alumni, Dr. Nur Aida Kubangun, M.Pd, dalam kegiatan yang berlangsung di ruang kerjanya, Selasa (4/3/26).
Dalam keterangannya, Dr. Nur Aida menyampaikan bahwa kompetisi ilmiah tersebut bukan sekadar perlombaan akademik, melainkan bagian dari upaya membangun budaya riset dan kepedulian sosial di kalangan mahasiswa.
Tema mengenai ancaman sampah terhadap masa depan dinilai sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini. Melalui tema tersebut, mahasiswa ditantang menghadirkan gagasan ilmiah yang tidak hanya teoritis, tetapi juga mampu menawarkan solusi nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, sejumlah karya yang dipresentasikan peserta menunjukkan kreativitas tinggi, terutama dalam pemanfaatan limbah dan sampah menjadi produk yang memiliki nilai guna serta nilai ekonomi berbasis potensi lokal daerah.
Ia menilai pendekatan seperti itu penting untuk memperkuat keterlibatan generasi muda dalam pengembangan solusi lingkungan yang berkelanjutan.
Selain kompetisi ilmiah, INPEX juga disebut aktif mendukung pengembangan sumber daya manusia di lingkungan universitas melalui program beasiswa bagi mahasiswa, termasuk mahasiswa asal Maluku Barat Daya, hingga peluang peningkatan studi lanjut bagi tenaga pengajar.
Dukungan tersebut dianggap memberi kontribusi positif terhadap penguatan kualitas pendidikan tinggi dan pengembangan kapasitas akademik di kampus.
Dr. Nur Aida juga mengungkapkan kebanggaannya atas berbagai capaian mahasiswa Unpatti di awal tahun 2026. Selain keberhasilan dalam lomba karya ilmiah, mahasiswa universitas tersebut juga mencatat prestasi di berbagai kompetisi nasional maupun internasional dengan raihan sejumlah medali emas.
Sementara itu, Terenci Layan yang keluar sebagai juara pertama mengaku kompetisi tersebut memberikan pengalaman baru dalam memahami persoalan pengelolaan sampah secara ilmiah dan sistematis.
Ia menjelaskan proses lomba dilakukan secara daring dan menjadi kesempatan bagi peserta untuk menggali solusi lingkungan yang aplikatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
Menurutnya, persoalan sampah bukan hanya tanggung jawab mahasiswa atau pemerintah semata, melainkan membutuhkan kesadaran seluruh masyarakat agar lingkungan tetap bersih dan sehat.
Adapun daftar pemenang dalam kompetisi karya ilmiah tersebut yakni Terenci Layan sebagai juara pertama, disusul Yanti Makuku di posisi kedua, serta Bintang Drian Pitna pada peringkat ketiga. Sementara kategori harapan diraih Eunike Lotkery dan Opel Gerson Larmoka.
Prestasi tersebut menjadi bukti meningkatnya budaya ilmiah mahasiswa di Ambon sekaligus memperlihatkan peran generasi muda dalam menghadirkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan.















