Pangdam Petarung Luncurkan Piala Bergilir, Pulau Moa Disiapkan Jadi Ikon Pacuan Kuda Nasional

- Jurnalis

Senin, 6 Juli 2026 - 23:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PatroliNews.id, AMBON – Sebuah piala tak selalu dimaknai sebagai lambang kemenangan. Di tangan seorang pemimpin, piala dapat menjadi titik awal lahirnya sebuah gerakan besar untuk membangun daerah. Itulah pesan yang dibawa Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., saat meluncurkan secara simbolis Piala Bergilir Pangdam Cup Pacuan Kuda Tahun 2026 kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) di Baruga Antasena, Air Salobar, Ambon, Senin (6/7/2026).

Peluncuran piala bergilir tersebut disaksikan langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku, Kasdam XV/Pattimura, Danrem 151/Binaiya, Irdam XV/Pattimura, Bupati Maluku Barat Daya, Wakil Bupati MBD, Dandim 1511/Pulau Moa, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku dan Kabupaten Maluku Barat Daya.

Pangdam Petarung: Piala Bergilir Jadi Tonggak Membangun Ikon Pacuan Kuda Pulau Moa MBD

Event bergengsi ini menjadi tonggak sejarah baru bagi dunia olahraga dan pariwisata di Provinsi Maluku. Kejuaraan Pacuan Kuda Pangdam Cup 2026 akan memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta, menjadikannya piala bergilir dengan hadiah terbesar dalam sejarah pacuan kuda di Maluku. Lebih dari sekadar kompetisi, event ini diproyeksikan menjadi penggerak sektor pariwisata, ekonomi kreatif, peternakan, serta pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maluku Barat Daya.

Piala bergilir tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh unsur Forkopimda sebagai simbol kuatnya kolaborasi lintas institusi dalam membangun daerah. Namun, bagi Pangdam Petarung, makna sesungguhnya bukan terletak pada nilai hadiahnya, melainkan pada lahirnya komitmen bersama untuk membangun Maluku dari wilayah terluarnya melalui olahraga, budaya, dan pemberdayaan potensi daerah.

Foto : Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han

Dalam sambutannya, Pangdam menegaskan bahwa, kejuaraan pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, melainkan tonggak awal lahirnya budaya baru yang harus terus dikembangkan di Pulau Moa.

“Ini adalah tonggak awal lahirnya budaya yang harus kita kembangkan bersama. Pulau Moa memiliki potensi luar biasa dan harus menjadi ikon pacuan kuda di Provinsi Maluku, bahkan berkembang menjadi event nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi,” ujar Pangdam.

Menurut Pangdam, filosofi “Petarung” bukan hanya identik dengan keberanian seorang prajurit di medan tugas. Lebih dari itu, petarung adalah sosok yang mampu menghadirkan solusi, menggerakkan masyarakat, membangun kolaborasi, bekerja dengan integritas, serta mengubah setiap potensi menjadi kekuatan pembangunan. Semangat itulah yang ingin diwujudkan melalui penyelenggaraan Pangdam Cup Pacuan Kuda di Pulau Moa.

Ia berharap, pada masa mendatang peserta tidak hanya berasal dari Maluku, tetapi juga dari berbagai provinsi di Indonesia sehingga kejuaraan tersebut berkembang menjadi agenda nasional yang mampu mengangkat nama Maluku sebagai destinasi wisata olahraga.

Sebagai langkah awal, Pangdam mengusulkan pelaksanaan kejuaraan pada 5 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (TNI). Menurutnya, momentum tersebut menjadi simbol sinergi antara TNI, pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan kawasan timur Indonesia.

Baca Juga :  Wamenkumham Kunjungi Negeri Rutong, Bahas Pengakuan Hukum Negeri Adat di Ambon

Gotong Royong Menjadi Fondasi Pembangunan

Bagi Pangdam, peluncuran Piala Bergilir Pangdam Cup bukan sekadar agenda olahraga. Lebih jauh, piala tersebut menjadi simbol dimulainya gerakan bersama membangun sektor pariwisata, budaya, peternakan, dan ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia meminta seluruh unsur Forkopimda tetap menjaga kekompakan, menyusun perencanaan yang matang, membagi tugas secara jelas, serta mengedepankan semangat gotong royong.

“Apa yang sudah direncanakan harus dilaksanakan. Integritas pembangunan lahir dari konsistensi menjalankan setiap kesepakatan yang telah dibangun bersama,” tegas Pangdam.

Ia juga mengingatkan, agar seluruh persiapan dilakukan secara maksimal sehingga penyelenggaraan perdana mampu menghadirkan standar nasional, bahkan menarik perhatian dunia melalui pemberitaan media dan promosi digital.

Menurut Pangdam, Pulau Moa memiliki modal besar untuk berkembang. Selain dikenal sebagai daerah peternakan, wilayah tersebut memiliki hamparan lahan yang luas dan sangat potensial untuk pengembangan peternakan, pertanian, perkebunan, serta kawasan wisata terpadu. Potensi itu harus dipersiapkan sejak sekarang agar mampu menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat.

Pangdam juga meminta Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya, segera menata kawasan Gunung Kerbau yang memiliki prasasti peresmian sumber air bersih bertanda tangan Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah sekaligus potensi wisata yang besar sehingga layak dikembangkan menjadi ikon baru Pulau Moa.

“Rapikan kawasan itu. Jadikan sebagai ikon Pulau Moa. Dunia hari ini mengenal sebuah daerah melalui foto, video, dan media sosial. Karena itu setiap potensi harus kita tampilkan dengan baik agar dikenal masyarakat nasional maupun internasional,” katanya.

Pangdam Petarung Menyiapkan MBD Menyambut Era Blok Masela

Pangdam menilai, penyelenggaraan Pangdam Cup Pacuan Kuda memiliki nilai strategis karena berlangsung di tengah momentum pengembangan Proyek Strategis Nasional Blok Masela. Menurutnya, kehadiran investasi besar tersebut harus menjadi titik awal bagi Maluku Barat Daya untuk mempersiapkan diri sejak dini, agar masyarakat menjadi pelaku utama pembangunan, bukan sekadar penonton di daerah sendiri.

Karena itu, Pangdam mengajak seluruh pemerintah daerah, Forkopimda, dan masyarakat membangun berbagai sektor secara terintegrasi. Potensi pariwisata harus diperkuat dengan menjadikan Pulau Moa sebagai destinasi unggulan melalui event pacuan kuda berskala nasional. Hamparan lahan yang luas perlu dimanfaatkan untuk mengembangkan sektor peternakan dan pertanian yang produktif, sementara kekayaan budaya daerah harus terus dilestarikan sebagai daya tarik wisata. Di sisi lain, pelaku UMKM dan ekonomi kreatif juga harus dipersiapkan, agar mampu menangkap peluang dari meningkatnya arus wisatawan maupun investasi yang akan hadir seiring pembangunan Blok Masela.

Selain itu, Pangdam menegaskan bahwa, Maluku memiliki kekayaan laut yang sangat besar. Potensi perikanan yang melimpah harus dikelola secara terpadu sehingga mampu menjadi kekuatan ekonomi baru bagi masyarakat. Dengan penguatan pelabuhan perikanan, sistem distribusi hasil laut, serta hilirisasi produk perikanan, Maluku diyakini mampu berkembang menjadi salah satu pusat ekonomi kelautan nasional.

Baca Juga :  Wakil Ketua DPRD Maluku Azis Sangkala Dukung Program Makan Siang Gratis Prabowo Subianto

“Blok Masela adalah peluang besar bagi Maluku. Tetapi peluang hanya akan menjadi berkah apabila kita siap menyambutnya dengan perencanaan yang matang, kerja sama yang kuat, dan pembangunan yang terarah. Maluku memiliki laut yang kaya, hasil perikanan yang melimpah, lahan yang luas, serta masyarakat yang pekerja keras. Semua potensi itu harus kita kelola bersama agar menjadi kekuatan ekonomi daerah,” tegas Pangdam.

Media Menjadi Benteng Terakhir Optimisme Daerah

Dalam kesempatan tersebut, Pangdam juga memberikan perhatian khusus kepada insan pers. Menurutnya, media merupakan mitra strategis pembangunan yang memiliki peran penting dalam membangun optimisme masyarakat, sekaligus memperkenalkan wajah baru Maluku kepada Indonesia dan dunia.

“Media adalah benteng terakhir dalam membangun citra daerah. Beritakan potensi, semangat kebersamaan, dan keberhasilan pembangunan agar dunia melihat Maluku sebagai daerah yang aman, damai, dan siap berkembang,” ujarnya.

Pangdam mengaku optimistis bahwa, dengan kekompakan seluruh Forkopimda, dukungan masyarakat, serta sinergi pemerintah daerah dan media, Pulau Moa akan berkembang menjadi ikon baru pacuan kuda nasional sekaligus pintu masuk lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Provinsi Maluku.

Bupati MBD Siap Wujudkan Pulau Moa sebagai Tuan Rumah Event Nasional

Sementara itu, Bupati Maluku Barat Daya, Benyamin TH. Noach, S.T., menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XV/Pattimura atas lahirnya gagasan besar tersebut. Menurutnya, ide penyelenggaraan Pangdam Cup Pacuan Kuda merupakan strategi nyata dalam mengangkat potensi budaya, peternakan, pariwisata, dan ekonomi masyarakat Pulau Moa.

Bupati menegaskan, Pemerintah Kabupaten Maluku Barat Daya siap menindaklanjuti arahan Pangdam dengan menyiapkan arena perlombaan, infrastruktur pendukung, penataan kawasan wisata, serta memperkuat kolaborasi bersama seluruh Forkopimda agar penyelenggaraan perdana pada Oktober mendatang berlangsung sukses.

“Kami ingin menjadikan Pulau Moa sebagai tuan rumah event pacuan kuda berskala nasional. Ini adalah kesempatan besar untuk memperkenalkan potensi Maluku Barat Daya kepada Indonesia, bahkan dunia, sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Bupati.

Dari Pulau Terluar, Pangdam Petarung Menggerakkan Maluku

Peluncuran Piala Bergilir Pangdam Cup menjadi penanda dimulainya sebuah visi besar. Dari Pulau Moa, Pangdam Petarung mengajak seluruh elemen masyarakat membangun Maluku melalui olahraga, budaya, potensi lahan, kekayaan perikanan, serta semangat gotong royong. Jika konsistensi itu terus dijaga, Pulau Moa diyakini tidak hanya akan menjadi ikon pacuan kuda nasional, tetapi juga simbol kebangkitan Maluku sebagai provinsi kepulauan yang maju, berdaya saing, dan dikenal di tingkat nasional maupun internasional.

.

PatroliNews.id – Berita , Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran

Berita Terkait

Berkas Pengaduan Masyarakat Hative Besar Masih Diproses Pidsus Kejari Ambon, Warga Harapkan Kepastian Hukum
Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura dan Insan Media Perkuat Sinergi, Kawal Isu Strategis demi Kemajuan Maluku
Pangdam XV/Pattimura Tanamkan Filosofi “Petarung” kepada Peserta Diklat Bela Negara 2026
Revitalisasi Legenda Ninivala, Warisan Budaya Maluku Kembali Hidup dari Balik Layar Menuju Panggung Budaya
Pangdam XV/Pattimura dan Kajati Maluku Perkuat Sinergi Kawal Blok Masela dan Stabilitas Daerah
Marceau Haurissa Resmi Pimpin Polnam, Membawa Harapan Baru Pendidikan Vokasi Maluku
Pendataan Tanaman di Lermatang Berjalan Lancar, Warga Dukung PSN Blok Masela
Akselerasi Positif di Tanimbar, Sinergi TNI-Polri dan Pemprov Maluku Percepat Realisasi Blok Masela

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 23:12 WIB

Pangdam Petarung Luncurkan Piala Bergilir, Pulau Moa Disiapkan Jadi Ikon Pacuan Kuda Nasional

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:29 WIB

Berkas Pengaduan Masyarakat Hative Besar Masih Diproses Pidsus Kejari Ambon, Warga Harapkan Kepastian Hukum

Rabu, 1 Juli 2026 - 23:23 WIB

Silaturahmi Pangdam XV/Pattimura dan Insan Media Perkuat Sinergi, Kawal Isu Strategis demi Kemajuan Maluku

Selasa, 30 Juni 2026 - 18:17 WIB

Pangdam XV/Pattimura Tanamkan Filosofi “Petarung” kepada Peserta Diklat Bela Negara 2026

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:24 WIB

Revitalisasi Legenda Ninivala, Warisan Budaya Maluku Kembali Hidup dari Balik Layar Menuju Panggung Budaya

Berita Terbaru