PatroliNews.id, Maluku – Di tengah kebutuhan akan sumber daya manusia yang semakin kompetitif dan adaptif terhadap perubahan zaman, Politeknik Negeri Ambon (Polnam) memasuki babak baru kepemimpinannya. Tongkat estafet kepemimpinan kini berada di tangan Marceau Amstrong Filex Haurissa yang resmi dilantik sebagai Direktur Polnam periode 2026–2030 oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, di Jakarta, Senin (8/6/2026).
Pelantikan tersebut bukan sekadar agenda administratif dalam siklus pergantian kepemimpinan perguruan tinggi. Lebih dari itu, momentum ini menghadirkan harapan baru bagi masa depan pendidikan vokasi di Maluku, terutama dalam menyiapkan generasi muda yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah yang terus berkembang.
Bagi Maluku, pendidikan vokasi memiliki arti yang sangat strategis. Sebagai daerah kepulauan dengan potensi besar di sektor kemaritiman, perikanan, energi, pariwisata, dan ekonomi kreatif, kebutuhan terhadap tenaga kerja terampil menjadi semakin mendesak. Di tengah realitas tersebut, Polnam tidak hanya dituntut menghasilkan lulusan yang siap bekerja, tetapi juga melahirkan generasi yang mampu menciptakan peluang dan menghadirkan solusi bagi berbagai tantangan pembangunan.
Kepemimpinan Marceau Haurissa hadir pada momentum yang tepat. Saat dunia bergerak cepat menuju era digital dan industri berbasis teknologi, perguruan tinggi vokasi dituntut lebih responsif dalam membangun keterhubungan dengan dunia usaha dan industri. Kurikulum tidak lagi cukup berorientasi pada ruang kelas semata, tetapi harus mampu menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Tantangan itu sekaligus menjadi peluang besar bagi Polnam untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi unggulan di kawasan timur Indonesia. Dengan pengalaman akademik dan pemahaman terhadap karakteristik daerah, Marceau Haurissa diharapkan mampu membawa Polnam menjadi institusi yang semakin inovatif, relevan, dan berdaya saing.
Di sisi lain, pelantikan ini juga menjadi momen penghormatan terhadap fondasi yang telah dibangun oleh Dadi Mairuhu selama masa kepemimpinannya. Berbagai capaian yang diraih menjadi pijakan penting bagi pengembangan institusi ke depan, sekaligus modal untuk menjawab tantangan yang semakin kompleks.
Kini, perhatian publik pendidikan di Maluku tertuju pada langkah-langkah yang akan ditempuh kepemimpinan baru Polnam. Sebab di tengah persaingan global yang semakin terbuka, kualitas pendidikan tidak lagi diukur hanya dari jumlah lulusan yang dihasilkan, tetapi dari seberapa besar dampak yang mampu diciptakan bagi masyarakat dan daerah.
Polnam memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pusat lahirnya talenta-talenta unggul dari timur Indonesia. Dan di bawah kepemimpinan Marceau Haurissa, harapan itu kini menemukan arah baru untuk diwujudkan.
PatroliNews.id – Berita , Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















