PatroliNews.id, Ambon – Upaya membenahi tata kelola pertambangan emas Gunung Botak di Kabupaten Buru memasuki tahapan baru. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum), menggandeng Universitas Pattimura (Unpatti) untuk menyusun kajian akademis sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan kebijakan pengelolaan kawasan tambang tersebut.
Rencana kerja sama itu mengemuka dalam pertemuan antara jajaran Ditjen Gakkum ESDM dengan pimpinan Universitas Pattimura beserta sejumlah akademisi lintas disiplin yang berlangsung di Gedung Rektorat Unpatti, Rabu (24/6).
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Jeffri Huwae, menjelaskan bahwa pemerintah memerlukan landasan ilmiah yang kuat sebelum menentukan arah penataan Gunung Botak.
Menurutnya, kebijakan yang diambil harus lahir dari hasil penelitian yang menyeluruh sehingga mampu menjawab berbagai persoalan yang berkembang di kawasan pertambangan tersebut.
Ia menerangkan, kegiatan penambangan yang saat ini dijalankan oleh pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dari sisi pembiayaan dan penguasaan teknologi.
Situasi tersebut menyebabkan sebagian pelaku usaha harus menggandeng pihak lain yang memiliki kemampuan modal maupun fasilitas pengolahan mineral.
“Apabila kondisi tersebut tidak dibenahi melalui sistem pengelolaan yang tepat, berbagai persoalan berpotensi muncul, mulai dari lemahnya pengawasan operasional, meningkatnya risiko keselamatan pekerja, hingga ancaman terhadap kualitas lingkungan. Karena itu, pemerintah membutuhkan hasil kajian yang benar-benar mendalam sebagai pijakan dalam menyusun kebijakan,” ujar Jeffri.
Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen menerapkan prinsip tata kelola pertambangan yang bertanggung jawab melalui penerapan Good Mining Practice. Untuk itu, seluruh aspek yang berkaitan dengan pengelolaan Gunung Botak akan dikaji secara menyeluruh, meliputi regulasi, aspek teknis pertambangan, dampak ekonomi, kondisi sosial masyarakat, serta keberlanjutan lingkungan.
Menurut Jeffri, potensi sumber daya emas di Gunung Botak harus mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat Maluku. Oleh sebab itu, setiap kebijakan yang akan ditetapkan harus mampu menyeimbangkan kepentingan pembangunan ekonomi dengan perlindungan lingkungan, menjaga keharmonisan sosial, sekaligus memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara.
“Kami berharap penelitian yang dilakukan Universitas Pattimura menghasilkan rekomendasi yang dapat menjadi acuan bagi Pemerintah Provinsi Maluku dalam menentukan pola pengelolaan yang memiliki kepastian hukum, memenuhi rasa keadilan, serta berorientasi pada keberlanjutan,” katanya.
Jeffri juga menilai kontribusi perguruan tinggi sangat penting karena mampu menghadirkan pandangan ilmiah yang independen dalam menyusun rekomendasi kebijakan.
“Harapan kami, kajian ini mampu melahirkan solusi yang dapat mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya emas bagi kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan lingkungan maupun kehidupan sosial budaya di sekitarnya,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Pattimura, Prof. Fredy Lewakabessy, menyatakan kesiapan Unpatti untuk mendukung pemerintah melalui penelitian yang dilakukan secara objektif dan sesuai kaidah akademik.
Menurutnya, Unpatti memiliki tenaga ahli dari berbagai bidang ilmu yang relevan sehingga mampu menyusun kajian yang komprehensif.
“Rekomendasi yang kami hasilkan akan didasarkan pada data empiris, analisis ilmiah, dan metode penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan. Independensi akademik menjadi prinsip utama agar hasil kajian benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya,” ujar Fredy.
Ia berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi pijakan bagi pemerintah dalam mewujudkan pengelolaan Gunung Botak yang lebih tertata, mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dan masyarakat, serta memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi Maluku.
Sinergi antara Kementerian ESDM dan Universitas Pattimura diharapkan menjadi fondasi dalam membangun sistem pengelolaan tambang emas Gunung Botak yang modern, akuntabel, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat maupun negara.
PatroliNews.id – Berita , Fakta, Nyata dan Keberanian Menyuarakan Kebenaran















