Ambon, PatroliNews.id — Ribuan siswa dari berbagai sekolah menengah di Kota Ambon memadati Auditorium Universitas Pattimura dalam kegiatan Seminar dan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) bertema “Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan”. Kegiatan berskala besar ini diselenggarakan oleh Yayasan Jelay Kasih Indonesia Semarang dengan dukungan penuh dari Kementerian Agama Kanwil Maluku, sebagai wujud kolaborasi pembinaan spiritualitas dan karakter generasi muda Kristen di Maluku.
Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta, termasuk pelajar SMP dan SMA, guru pendamping, serta tokoh gereja lintas denominasi. Kegiatan berlangsung meriah dan sarat nilai rohani, dengan pujian, renungan, dan penyampaian firman Tuhan dari pembicara lokal dan internasional asal California, Brian Bold.

Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Maluku, Stepanus Tia, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing.
“Kementerian Agama melihat kegiatan ini sebagai momen penting untuk membentuk karakter generasi muda. Ketika mereka jauh dari Tuhan, mereka mudah terpengaruh hal-hal yang tidak diinginkan. Melalui kegiatan seperti ini, siswa belajar membangun karakter, kebersamaan, dan iman yang kuat,” ujar Stepanus.
Ia menegaskan, Kemenag Maluku bersama Yayasan Jelay Kasih berkomitmen untuk memastikan keberlanjutan kegiatan ini melalui pembinaan rohani yang rutin.
“Kami sudah merancang agar setiap pagi siswa membaca Alkitab sebelum memulai pelajaran. Setiap Jumat akan ada pembinaan oleh penyuluh agama di sekolah, dan ke depan kami bentuk rayonisasi sekolah yang tiga bulan sekali akan berkumpul bersama,” tambahnya.
Selain membangun sinergi dengan sekolah-sekolah, Kemenag Maluku juga menyiapkan program pembentukan penyuluh agama Kristen di sekolah negeri, yang akan memberikan pembinaan karakter dan spiritualitas secara berkesinambungan. Yayasan Jelay Kasih turut membantu dengan menyediakan 1.000 Alkitab bagi siswa sebagai dukungan nyata terhadap pendidikan iman di sekolah.

Ketua Panitia kegiatan, Pdt. Pearl Edwin Kembaw, menjelaskan bahwa sasaran utama kegiatan ini adalah pelajar SMP dan SMA sebagai generasi penerus yang harus disiapkan secara rohani dan mental.
“Tema Maluku Bangkit dan Bersinar bagi Tuhan bukan hanya slogan, tapi panggilan bagi anak muda agar bangkit dengan spiritualitas dan mentalitas yang kuat. Kami ingin mereka bukan hanya bersinar di atas panggung, tetapi juga dalam kehidupan mereka setiap hari,” tuturnya.
Kembaw menambahkan bahwa kegiatan ini semula direncanakan di Papua, namun akhirnya dipusatkan di Ambon karena kesiapan panitia lokal dan antusiasme yang tinggi dari masyarakat.
“Acara ini sangat oikumenis. Kami tidak mendirikan gereja baru, tetapi memperkuat jemaat yang sudah ada. Setelah diberkati dan dididik, para peserta kembali ke gereja masing-masing untuk bertumbuh di sana,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Yayasan Jelay Kasih Indonesia Semarang, Timotius Tamtama, mengungkapkan bahwa pihaknya telah lama berkiprah dalam pembinaan iman pelajar di berbagai daerah di Indonesia dan kini memperluas pelayanan ke Maluku.
“Kami memilih Ambon karena kota ini punya potensi besar dan generasi muda yang rindu akan kebangunan rohani. Kami ingin membantu menciptakan ekosistem rohani yang sehat di sekolah-sekolah negeri dan swasta,” ungkap Timotius.
Timotius menjelaskan bahwa Yayasan Jelay Kasih Indonesia memiliki empat program utama pembinaan spiritual bagi pelajar, yakni:
- Persekutuan doa mingguan di sekolah setiap Jumat,
- Rayonisasi wilayah tiap tiga bulan (Ambon Utara, Selatan, Barat, dan Timur),
- Retret tahunan dan program renungan harian Bible Bite, serta
- Konseling online gratis bagi siswa dengan pendampingan konselor bersertifikat.
“Kami ingin setiap siswa Kristen memiliki ketahanan mental dan spiritual. Mereka tidak hanya diajar, tapi juga didampingi, agar bisa bertumbuh menjadi pribadi yang kuat dan menjadi berkat di lingkungan mereka,” ujarnya menutup.
Melalui kegiatan ini, Yayasan Jelay Kasih Indonesia Semarang dan Kementerian Agama Kanwil Maluku berharap agar gerakan pembinaan spiritual di kalangan pelajar Kristen dapat menjadi gerakan nasional. Keduanya berkomitmen menjaga keberlanjutan program, termasuk menjadwalkan KKR dan seminar serupa di beberapa kabupaten/kota lain di Maluku seperti Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara, dan Kota Tual pada tahun mendatang.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi lintas lembaga untuk membangun generasi muda Maluku yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga kuat dalam iman, karakter, dan kepedulian terhadap sesama.
Penulis : Mariska Muskitta
Editor : Redaksi Patroli















